Rabu, 28 Juli 2021

Sinopsis Raya and The Last Dragon

 

RAYA AND THE LAST DRAGON. © 2020 Disney. All Rights Reserved

Film Raya and The Last Dragon  berlatar di sebuah negeri fantasi bernama Kumandra yang terinspirasi dari keanekaragaman budaya Asia Tenggara, termasuk Indonesia, para penonton diajak untuk berpetualang bersama seorang pendekar tangguh bernama Raya. Film Raya and the Last Dragon dibintangi oleh Kelly Marie Tran sebagai pengisi suara Raya dan Awkwafina sebagai Sisu, sang naga legendaris.

Dahulu kala, manusia dan naga hidup berdampingan di negeri Kumandra. Namun, ketika kekuatan jahat mengancam negeri itu, para naga berjuang mengorbankan diri mereka demi menyelamatkan manusia. Etelah  500 tahun berlalu, kekuatan jahat itu kembali mengusik kedamaian Kumandra dan nasib mereka bergantung pada Raya. Bersama sahabat setianya, Tuk Tuk, dan beberapa teman yang Ia temui selama di perjalanan, mereka berjuang bersama sang naga terakhir demi mempersatukan kembali tanah Kumandra.

 



Bersama sahabat setianya, Tuk Tuk, Raya mencari sang naga terakhir, Sisu (Awkwafina). Mereka kemudian berjuang mempersatukan kembali tanah Kumandra bersama beberapa teman yang ditemui Raya selama di perjalanan.

Sang sutradara, Carlos López Estrada, hendak memastikan penonton dapat merasakan kekayaan alam dan budaya Asia Tenggara yang indah ketika menyaksikan film. Meskipun, Kumandra adalah dunia fantasi yang fiktif.

Dikutip dari pernyataan resmi Disney, ragam kekayaan budaya khas Asia Tenggara terwakili dalam motif, warna, arsitektur, makanan, dan adat istiadat masyarakat Asia Tenggara. Begitu juga nilai-nilai seperti saling percaya dan gotong-royong.

Para kru film melakukan perjalanan riset ke seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Laos, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura. Proses produksi film juga melibatkan para ahli yang membantu memberikan wawasan budaya.

Raya and the Last Dragon menggandeng antropolog, arsitek, linguis, penari, dan pemain musik tradisional dari tiap negara. Dari Indonesia, seniman Griselda Sastrawinata terlibat sebagai visual development artist.

Luis Logam menjadi story artist, sementara pegiat budaya Dewa Berata dan Emiko Susilo menjadi bagian dari tim konsultan. Khususnya, dalam hal budaya Indonesia, tarian dan upacara tradisional, serta musik gamelan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Spesifikasi Lengkap Redmi Note 10 5G

  Xiaomi akhirnya menambah daftar keluaran produk baru yakni Redmi Note 10 5G. Seri baru Redmi Note 10 5G direncanakan rilis pada 22 Juli 20...